Adat Istiadat Masyarakat Tegal

  • Tradisi Mutih

Tradisi ini hanya dilakukan oleh calon pengantin wanita. Bisanya calon pengantin wanitatidak diperbolehkan makan dengan lauk yang enak dan hanya diperbolehkan untuk makan nasi putih dan tahu yang tidak digoreng. Saat tradisi ini berlangsung, kedua calon pengantin juga tidak boleh bertemu. Namun, mereka masih diperbolehkan untuk berkomunikasi lewat hp dan mereka akan dipertemukan kembali setelah ijan qobul. Hal ini bertujuan agar calon pengantin wanita terlihat lebih cantic setelah dirias dan supaya calon pengantin pria menjadi terpesona setelah melihat calon pasangannya.

  • Unggah-unggahan

Sebelum lebaran biasanya warga memasak nasi dengan lauk beraneka macam seperti sayur kacang, telur, tahu goreng, tempe goreng, kentang balado, mie dan lainnya untuk dibagikan kepada warga sekitar. Nasi tersebut ditaruh ke dalam capon kemudian lauknya ditaruh dalam sudri atau wadah kecil. Sebelum dibagikan makanan atau berkat tersebut dibacakan doa dan kemudian dibagikan kepada warga setempat.

  • Sedekah Laut

Pada akhir tahun, warga ramai-rami membuat gunungan sedekag bumi yang isinya berupa buah dan sayuran seperti apel, pisang, jeruk, mangga, jambu, belimbing, terong, cabai, timun, pare, kacang panjang, dan lainnya. Biasanya, ditengah gunungan itu ditaruh kepala sapi. Kemudian gunungan-gunungan tersebut akan diangkut dengan kapal-kapal besar dan dibuang di tengah laut. Banyak warga yang ikut menaiki kapal dari anak-anak hingga orang tua semua ikut. Setelah kapal-kapal tersebut kembali ada acara sambutan dengan tanggapan orjen dangdut. Tradisi ini merupakan wujud rasa syukur warga kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rezekinya kepada masyarakat kota Tegal.

  • Ngeteh
Hasil gambar untuk Teh Poci Tegal

Kebiasaan unik masyarakat Tegal yaitu ngeteh dipagi hari. Tradisi ini sudah berlangsung sejak zaman penjajahan. Di kota Tegal setiap pagi membuat teh yang diseduh di dalam poci yang terbuat dari tanah liat. Untuk pemanisnya biasanya masyarakat Tegal menggunakan gula batu.  Kemudian ujung poci ditutup menggunakan bungkus teh dengan tujuan agar cita rasa pocinya tidak hilang. Teh yang dikonsumsi juga teh asli kota tegal yang berupa daun teh kering beraroma melati. Menyeruput teh bukan hanya menjadi kebiasaan setiap pagi. Saat ada hajatan atau berkumpul masyarakat tegal juga akan menyajikan teh poci.

  • Pitung Wulanan

Saat wanita sedang hamil dan usia kandungannya sudah mencapai  7 bulan biasanya keluarga akan mempersiapkan rujak buah untuk dibagikan kepada warga sekitar. Rujak tersebut biasanya berisi buah kedondong, bengkuang, mangga muda, jeruk bali, dan delima yang dimasak dengan bumbu-bumbunya. Membagikan rujak merupakan wujud rasa syukur kepada Allah yang telahmemberikan kesehatan kepada janin dan ibunya.

  • Mudun lemah

Saat bayi sudah berusia satu tahun makan ibunya akan membuatkan bubur sumsum dan bubur candil untuk dibagikan kepada warga sekitar. Sebelum bubur itu dibagikan, ada serangkaian acara  yang akan dilakukan oleh bayi dan keluarganya kecuali kedua orang tua kandung. Bayi tersebut akan dimasukkan ke dalam kurungan ayam dengan posisi dipangku dan neneknya akan membacakan doa sambil memutari kurungan tersebut dengan membawa ceplik . Kemudian kurungan terebut dibuka dan si bayi diperbolehkan untuk memilih barang-barang yang sudah disiapkan seperti buku, kaca, emas, uang, padi, dan pulpen yang ditaruh di atas piring yang ada nasi kuningnya. Barang-barang tersebut juga memiliki makana tersendiri seperti buku dan pulpen artinya jika besar nanti anak tersebut akan tumbuh menjadi orang yang rajin belajar dan pandai; kaca, emas, dan uang memiliki makna anak tersebut akan giat bekerja; sedangkan padi memiliki makna bahwa saat sudah dewasa nanti anak tersebut akan memiliki banyak sawah. Setelah itu, acara tersebut ditutup dengan penyebaran uang logam.

  • Tradisi lebaran kota Tegal

Warga kota Tegal biasanya akan menyambut lebaran dengan tradisi prebegan. Biasanya sehari sebelum lebaran biasanya masyarakat kota Tegal akan berbondong-bondong pergi ke pasar dengan berjalan kaki untuk berbelanja beragam keperluan untuk menjamu tamu. Saat prebegan, pasar menjadi sangat ramai bahkan hingga berdesak-desakan. Saat hari raya masyarakat Kota Tegal akan pergi ke rumah saudara yang jauh (nyadran). Masyarakat biasnaya melakukan nyadran dengan membawa kue atau sirup untuk diberi kepada saudara yang lebih tua. Biasanya masyarakat kota Tegal akan membuat kupat sayur dan opor ayam untuk sarapan.

  • Tarian khas Tegal

Tari endel merupakan tarian khas Tegal yang penarinya menggunakan topeng dengan enam gaya seperti topeng endel, kresna, panji, patihan, lanyapan alus, dan kelana serta terdapat juga topeng tambahannya yakni punakawan dan beberapa topeng lainnya yang disesuaikan dengan cerita. Pementasannya biasanya berlangsung selama 3-4jam dan diiringi oleh 10 pangrawit, seorang sindenm dan seorang dalang.